M
asyarakat Biboki, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur dirundung duka atas meninggalnya Kaisar Biboki Yohanes Tnesi Iba Usboko. Almarhum meninggal pada Kamis (10/10), sekitar pukul 22.50 Wita, setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu. Almarhum meninggal diusianya ke 91 karena penyakit dan ginjal.
Kabar duka tersebut disampaikan langsung putranya, Servinus Usboko, kepada wartawan Jumat (11/10), di rumah duka anak perempuan kaisar, Yosefina Usboko di Kelurahan Kefa Tengah yang merupakan tempat persemayaman sementara jenazah sebelum diberangkatkan ke kediamannya di Heut Utan-Kaubele, Kecamatan Biboki Moenleu.
Menurut Servinus, almarhum menjalani perawatan medis satu hari satu malam. Berdasarkan diagnosa dokter, almarhum meninggal akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.
“Seperti biasanya almarhum datang ke Kefa tujuannya untuk check up. Setelah check up ke dokter, sehari kemudian tiba-tiba kondisinya drop dan kita larikan ke RSUD. Namun, setelah menjalani perawatan sehari almarhum akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Kamis malam sekitar jam 10.50 malam,” kisahnya.
Servinus mengatakan keluarga belum dapat memastikan jadwal penguburan karena prosesi pemakaman kaisar akan dilakukan secara adat, sehingga keseluruhan suku yang tersebar di 6 Kecamatan di wilayah Biboki akan menggelar musyawarah dan ritual dalam setiap prosesi sebelum memutuskan jadwal pemakaman. Pihak keluarga hanya dapat memastikan almarhum akan dimakamkan pada pemakaman raja-raja di Haubulan-Tamkesi, Kecamatan Biboki Selatan.
“Untuk prosesi pemakaman keluarga tidak dapat memastikan karena itu akan diputuskan oleh para tua adat dalam struktur kerajaan. Ini kebetulan meninggal di Kefa dan kami keluarga tudak bisa berbuat apa pun. Setelah tiba di Teut Utan-Kaubele, barulah struktur adat memutuskan prosesi sampai pada pemakaman. Secara keluarga dia adalah sosok ayah tetapi secara adat beliau adalah milik warga Biboki. Kewenangan sepenuhnya ada pada ‘Bena naek, papa naek-klulin bo’es, ba’at bo’es,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Ponaan Kaisar Biboki, Charles Usboko. Almarhum Kaisar merupakan sosok ayah yang bijak, tenang dalam mengambil keputusan, santun, penyayang serta baik hati pada keluarga dan rakyatnya. Selain itu, beliau dikenal dengan pribadi yang sangat hati-hati dalam berbicara dalam setiap kesempatan.
Ia menambahkan rencananya prosesi pemakaman almarhum akan dilakukan di komplek pemakaman raja-raja di Tamkesi. Namun sebelumnya akan dilakukan ritual, musyawarah serta prosesi adat oleh para pemangku kepentingan dalam struktur adat Biboki sesuai tatacara kebudayaan Biboki
